Catatan Rilis

42.1.20170604.c3ba04c

Hak Cipta © 2016 M. Edwin Zakaria (medwin@opensuse.org)

Abstrak

openSUSE Leap adalah sistem operasi bebas berbasis Linux untuk PC, laptop dan
Server anda. Anda dapat menjelajah web, mengelola surat elektronik dan foto,
mengerjakan pekerjaan kantor, memainkan video atau musik dan yang terpenting
melakukannya dengan gembira!

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Daftar Isi

Instalasi

    Instalasi Sistem Minimal
    UEFI—Unified Extensible Firmware Interface/Antarmuka Firmware Extensible
        Terpadu
    UEFI, GPT, dan Partisi MS-DOS

Pemutakhiran Sistem

    Nama Antarmuka Jaringan
    Btrfs: Kebocoran Ruang Penyimpan setelah Rollbacks Sistem

Umum

    Repositori Non-Oss

Teknikal

    Sistem Cetak: Perbaikan dan Perubahan tidak Kompatibel

Hal-hal lain

    KDE dan Otentikasi Jaringan
    Tidak ada dukungan Screensaver pada KDE Plasma

Informasi Lebih Lanjut dan Umpan Balik

The end of the maintenance period for openSUSE Leap 42.1 is now reached. To
keep your systems up-to-date and secure, upgrade to a current openSUSE version.
Before starting the upgrade, make sure that all maintenance updates for
openSUSE Leap 42.1 are applied.

For more information about upgrading to a current openSUSE version, see http://
en.opensuse.org/SDB:Distribution-Upgrade.

For the release notes of previous releases, see http://en.opensuse.org/
openSUSE:Release_Notes.

Instalasi

Bagian ini mengandung catatan yang berhubungan dengan instalasi. Untuk
instruksi detail peningkatan, lihat dokumentasi pada https://doc.opensuse.org/
documentation/leap/startup/html/book.opensuse.startup/part.basics.html.

Instalasi Sistem Minimal

Untuk menghindari terpasangnya beberapa paket rekomendasi yang berukuran besar,
pola instalasi minimal menggunakan pola lain yang menciptakan konflik dengan
paket yang tidak diinginkan. Pola ini,
patterns-openSUSE-minimal_base-conflicts, dapat dibuang setelah instalasi.

Perlu dicatat bahwa instalasi minimal secara default tidak mengaktifkan
firewall. Kalau Anda membutuhkannya, instal SuSEfirewall2.

UEFI—Unified Extensible Firmware Interface/Antarmuka Firmware Extensible
Terpadu

Sebelum melakukan instalasi openSUSE pada sistem yang di-boot menggunakan UEFI
(Unified Extensible Firmware Interface), Anda sangat disarankan untuk memeriksa
apakah ada update firmware yang direkomendasikan oleh vendor perangkat keras,
dan jika ada, perbarui firmware Anda. Adanya pre-instal Windows 8 menunjukkan
indikasi kuat kalau sistem Anda menggunakan boot UEFI.

Background: Beberapa firmware UEFI mengandung kutu/bug yang dapat menyebabkan
kerusakan UEFI jika terlalu banyak data yang dituliskan ke dalam area
penyimpanan UEFI. Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara jelas seberapa
banyak "terlalu banyak" itu. openSUSE meminimalkan resiko dengan tidak menulis
lebih dari kebutuhan minimum yang dibutuhkan untuk mem-boot sistem operasi.
Minimum di sini maksudnya memberitahukan ke firmware UEFI lokasi dari boot
loader openSUSE. Kernel Linux hulu yang menggunakan area penyimpanan UEFI untuk
menyimpan informasi boot dan kegagalan (pstore) secara bawaan tidak diaktifkan.
Bagaimanapun juga sangat direkomendasikan untuk memperbarui firmware sesuai
yang dianjurkan oleh vendor perangkat keras.

UEFI, GPT, dan Partisi MS-DOS

Bersamaan dengan spesifikasi EFI/UEFI, cara baru mempartisi juga dikembangkan
bernama: GPT (GUI Partition Table / Tabel Partisi GUI). Skema baru ini
menggunakan identifikasi unik (nilai 128-bit ditampilkan dalam 32 digit
hexadesimal) untuk mengidentifikasi tipe-tipe perangkat dan partisi.

Sebagai tambahan, spesifikasi UEFI juga memungkinkan partisi cara lama MBR
(MS-DOS). Boot loader Linux (ELILO atau GRUB 2) akan mencoba untuk membuat
secara otomatis sebuah GUID untuk partisi cara lama tersebut, dan menuliskannya
ke dalam firmware. GUID seperti itu akan sering kali berubah, sehingga
mengakibatkan penulisan ulang pada firmware. Penulisan ulang terdiri dari dua
cara yang berbeda: membuang entri lama dan membuat sebuah entri baru untuk
menggantikannya.

Firmaware masa kini memiliki pengumpul sampah (garbage collector) yang
mengumpulkan entri-entri yang telah dihapus dan membersihakn memori dari entri
lama tersebut. Masalah timbul ketika firmware yang rusak tidak mengumpulkan dan
membersihkan entri-entri tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan sistem tidak
dapat di-boot.

Pemecahannya sederhana: ubah partisi lama MBR menjadi bentuk baru GPT untuk
menghindari masalah ini secara lengkap.

Pemutakhiran Sistem

Bagian ini mendaftar catatan yang berhubungan dengan pembaharuan sistem. Untuk
instruksi detail pembaharuan, lihat dokumentasi pada https://doc.opensuse.org/
documentation/leap/startup/html/book.opensuse.startup/cha.update.osuse.html.

Nama Antarmuka Jaringan

Ketika melakukan peningkatan versi terhadap mesin jarak jauh dari openSUSE
13.2, pastikan antarmuka jaringan Anda dinamakan dengan tepat.

openSUSE 13.2 menggunakan apa yang disebut nama antarmuka jaringan yang
terprediksi (sebagai contoh, enp5s0), sedangkan openSUSE Leap 42.1 menggunakan
nama antarmuka tetap (eth0). Setelah pengingkatan versi dan menyalakan ulang,
nama antarmuka jaringan dapat berubah. Hal ini dapat mengunci Anda keluar dari
sistem. Untuk menghindari antarmuka dari dinamai ulang, jalankan perintah
berikut untuk setiap antarmuka jaringan sebelum Anda menyalakan ulang sistem:

/usr/lib/udev/udev-generate-persistent-rule -v -cenp5s0-nenp5s0 -o /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules

Ganti enp5s0 dengan nama antarmuka jaringan Anda.

Btrfs: Kebocoran Ruang Penyimpan setelah Rollbacks Sistem

Secara bawaan, openSUSE 13.2 menggunakan sebuah tata letak partisi Btrfs yang
memungkinkan ruang diska digunakan secara permanen oleh konten rusak yang tidak
dapat diakses setelah rollback sistem pertama dieksekusi. Masalah tata letak
ini telah diperbaiki di openSUSE Leap 42.1. Walaupun demikian, perbaikan hanya
dapat diterapkan ke sistem yang baru dipasang.

Jika Anda meningkatkan versi dari openSUSE 13.2, Anda tidak dapat mengkonversi
sistem berkas ke tata letak baru, tetapi Anda dapat memperoleh kembali ruang
penyimpanan yang hilang.

Kehilangan Data dengan Pengaturan Tidak Baku atau Tidak ada Putar Balik
(Rollback)

Tata cara berikut hanya akan bekerja dengan baik pada pemasangan yang
menggunakan usulan baku bawaan pada instalasi openSUSE 13.2.

Sebagai tambahan, Anda harus memiliki sebuah sistem putar balik yang dibuat
sebelumnya.

Jika Anda memasang sistem berkas Btrfs dengan konfigurasi tidak baku atau tidak
melakukan putar balik sistem sebelumnya, mengeksekusi prosedur berikut dapat
menyebabkan hilangnya data.

 1. Tautkan sistem berkas root awal:

    mount /dev/<ROOT_FILE_SYSTEM> -o subvolid=5 /mnt

 2. Buang semua berkas di bawah /mnt yang tidak berada di dalam subvolume:

    find /mnt -xdev -delete

 3. Lepas/umount sistem berkas lagi:

    umount /mnt

Umum

Repositori Non-Oss

Setelah pemasangan, repositori non-oss tidak diaktifkan.

Aktifkan repositori openSUSE-Leap-42.1-Non-Oss menggunakan YaST atau pada baris
perintah menggunakan zypper:

zypper mr -e repo-non-oss

Teknikal

Sistem Cetak: Perbaikan dan Perubahan tidak Kompatibel

Versi CUPS ditingkatkan ke 1.7

Versi CUPS baru memperkenalkan beberapa perubahan besar dibandingkan dengan 1.5
yang mungkin membutuhkan penyesuain konfigurasi manual.

  • PDF saat ini merupakan format baku pencetakan tidak lagi PS. Karenanya
    mesin cetak PostScript tradisional sekarang juga membutuhkan sebuah filter
    penggerak/driver untuk mencetak.

    Lihat https://en.opensuse.org/Concepts_printing untuk detailnya.

  • Protokol penemuan mesin cetak jaringan telah diubah. Cara asli untuk
    menemukan mesin cetak jaringan sekarang berdasarkan penemuan layanan DNS
    (DNS-SD, itulah, melalui Avahi). Layanan cups-browsed dari paket
    cups-filter dapat digunakan untuk menjembatani protokol lama dan baru.
    cupsd dan cups-browsed keduanya harus berjalan agar membuat klien "lama/
    legacy" menemukan mesin cetak (termasuk LibreOffice dan KDE).

  • Versi bawaan protokol IPP berubah dari 1.1 ke 2.9. Server IPP lama seperti
    CUPS 1.3.x (sebagai contoh pada SUSE Linux Enterprise 11) menolak
    permintaan IPP 2.0 dengan Bad Request (lihat http://www.cups.org/str.php?
    L4231).

    Agar dapat mencetak ke server lama, versi protokol IPP harus disebutkan
    secara jelas dengan menambahkan/version=1.1 ke:

      □ Pengaturan ServerName dalam client.conf (sebagai contoh, ServerName
        older.server.example.com/version=1.1).

      □ Nilai variabel lingkungan CUPS_SERVER.

      □ Nilai nama server dari pilihan -h pada perkakas baris perintah, sebagai
        contoh:

        lpstat -h older.server.example.com/version=1.1 -p

  • Beberapa filter dan back-ends pencetakan telah dipindah dari paket cups ke
    paket cups-filter.

  • Beberapa pengarah konfigurasi dipisahkan dari cupsd.conf ke dalam
    cups-files.conf (lihat http://www.cups.org/str.php?L4223, CVE-2012-5519,
    dan https://bugzilla.opensuse.org/show_bug.cgi?id=789566).

  • Pataka CUPS dan halaman uji CUPS dipindahkan dari paket cups ke paket
    cups-filters (lihat http://www.cups.org/str.php?L4120 dan https://
    bugzilla.opensuse.org/show_bug.cgi?id=735404).

Hal-hal lain

KDE dan Otentikasi Jaringan

Ketika menggunakan KDE displaymanager SDDM dengan metoda otentikasi yang
menyediakan jumlah pengguna yang banyak, SDDM menjadi tidak dapat digunakan.
Tambahan lagi jika pengait otomatis (automounter) digunakan, SDDM kemungkinan
tidak berfungsi untuk waktu yang lama pada saat penyalaan karena mencoba
mengaitkan (mount) setiap home pengguna.

Modifikasi /etc/sddm.conf sehingga memiliki baris berikut:

[Theme]
Saat ini=maldives

[Users]
MaximumUid=1002

Lihat https://bugzilla.suse.com/show_bug.cgi?id=953778 untuk detailnya.

Tidak ada dukungan Screensaver pada KDE Plasma

Secara bawaan KDE Plasma tidak mendukung screesaver. Jika Anda menginginkan
untuk memiliki screensavers, pasanglah paket xscreensaver.

Atur xscreensaver untuk berjalan dengan sesi destop dengan memilih K+Settings+
Configure Desktop, kemudian pilih Startup and Shutdown+Autostart. Klik Add
Program, type xscreensaver dan klikc OK.

Untuk melakukan konfigurasi, gunakan xscreensaver-demo.

Informasi Lebih Lanjut dan Umpan Balik

  • Bacalah dokumen README yang terdapa pada media.

  • Perhatikan informasi detail changelog mengenai paket tertentu dari RPMnya:

    rpm --changelog -qp FILENAME.rpm

    Ganti FILENAME dengan nama RPM.

  • Periksa berkas ChangeLog pada level teratas dari media untuk catatan
    kronologis semua perubahan yang terjadi pada paket yang diperbarui.

  • Dapatkan informasi lebih banyak pada direktori docu pada media.

  • https://activedoc.opensuse.org/ mengandung dokumentasi tambahan atau
    termutakhir.

  • Kunjungi https://www.opensuse.org untuk berita produk terbaru dari
    openSUSE.

Hak Cipta © 2015 SUSE LLC

Terima kasih telah menggunakan openSUSE.

Tim openSUSE.

